Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Angka kematian bayi yang disebabkan oleh bayi lahir prematur (bayi lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu) dan bayi lahir dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah, di bawah 2500 gram) cukup tinggi. Untuk menguranginya, terdapat perawatan yang dinamakan metode kangguru. Selain karena praktiknya yang murah, mudah, dan bisa dilakukan di rumah, perawatan metode kangguru juga mempunyai banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

Asal usul perawatan metode kangguru

Seperti dikutip dari laman IDAI, perawatan metode kangguru pertama kali diperkenalkan oleh Rey dan Martinez di Bogota, Columbia pada tahun 1979. Metode ini mengadaptasi perilaku hewan kangguru terhadap bayinya yang baru lahir.

Bayi kangguru lahir sangat prematur dan biasanya disimpan dalam kantung perut ibunya untuk mencegah bayinya mengalami kedinginan. Hal ini juga dilakukan sekaligus untuk mendapatkan susu dari ibunya.

Perilaku kangguru ini kemudian menjadi dasar metode yang satu ini.

Metode kangguru muncul sebagai alternatif perawatan bayi dengan BBLR karena tingginya angka BBLR dan terbatasnya fasilitas kesehatan, seperti inkubator bagi bayi prematur.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa perawatan bayi lahir prematur yang bisa dilakukan.

Bayi yang lahir dengan kondisi ini sebaiknya ditempatkan dalam inkubator untuk menerima perawatan lebih lanjut sebelum bisa dibawa pulang oleh keluarga.

Dengan begitu, metode kangguru ini sangat berguna bagi bayi prematur atau BBLR yang lahir di tengah fasilitas kesehatan yang terbatas.

Perlu diketahui apabila metode ini dapat menjadi alternatif pengganti inkubator guna menjaga kesehatan bayi baru lahir.

Manfaat perawatan metode kangguru

Penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa perawatan metode kangguru  terbukti bisa mengurangi angka kematian bayi baru lahir di antara bayi prematur dengan berat lahir kurang dari 2000 gram.

Perawatan metode kangguru telah terbukti efektif untuk mengontrol suhu bayi, meningkatkan pemberian ASI, mengurangi terjadinya infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta membangun ikatan antara ibu dan bayi.

Aspek penting yang didapat dari perawatan metode ini di antaranya adalah kangaroo positionkangaroo nutrition, dan kangaroo support.

Kangaroo position

Kangaroo position atau posisi kangguru memungkinkan kontak kulit antara ibu dan bayi. Hal ini berguna untuk mengontrol suhu tubuh bayi.

Kulit ibu dapat memberi kehangatan pada bayi sehingga bayi terhindar dari hipotermia.

Oleh karena itu, pada saat melakukan perawatan metode kangguru, bayi hanya memakai popok dan diletakkan langsung di dada ibu sehingga kulit bayi dan kulit ibu saling bersentuhan.

Kangaroo nutrition

Kangaroo nutrition dapat meningkatkan pemberian ASI kepada bayi karena posisi kangguru merupakan posisi ideal untuk menyusui.

Menyusui bayi prematur bisa dilakukan melalui isapan langsung bayi pada payudara ibu atau dengan ASI perah.

Bayi prematur membutuhkan nutrisi yang cukup dan ini hanya bisa dipenuhi oleh ASI. Maka dari itu, perhatikan pentingnya ASI pada bayi prematur karena merupakan makanan terbaik bagi bayi.

Kangaroo support

Kangaroo support dapat memperkuat bonding ibu dan bayi. Hal ini membuat bayi tidak terpisahkan dari ibunya. Cara ini juga menjadi bentuk dukungan secara fisik, emosional, dan psikologis kepada ibu dan bayi.

Dikarenakan praktiknya yang mudah, ibu yang melahirkan bayi dengan ciri prematur juga disarankan untuk dapat melakukan metode ini di rumah.

Paling tidak, lakukan sampai kondisi bayi benar-benar stabil.

Bagaimana cara melakukan metode ini?

Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan metode kangguru adalah posisi bayi. Tempatkan bayi di antara payudara ibu, sehingga dada ibu dan bayi bertemu. Posisi bayi yang dekat dengan payudara ibu dapat merangsang produksi ASI.

Kepala bayi dipalingkan pada satu sisi (kanan atau kiri) dan dengan sedikit ditengadah,.

Ini bertujuan untuk menjaga saluran napas bayi tetap terbuka dan juga untuk memungkinkan bayi dan ibu melakukan kontak mata. Posisi lengan dan kaki menekuk seperti posisi katak.

Pada saat melakukan metode kangguru, biarkan bayi dalam kondisi telanjang, hanya menggunakan popok, kaus kaki, dan topi. Ini dimaksudkan agar semakin luas kontak kulit yang terjadi antara bayi dan ibu.

Masukkan bayi ke dalam baju ibu dan ditempatkan tepat di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi.

Posisi bayi kemudian diamankan dengan kain pengikat atau kain panjang sehingga bayi tidak jatuh ketika ibu berdiri. Jangan ikat kain terlalu kencang agar bayi masih memiliki cukup ruang untuk bernapas.

Perawatan metode kangguru harus dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. Semakin lama durasi melakukan metode ini, semakin baik bagi bayi.

Metode kangguru yang dilakukan kurang dari 60 menit dapat membuat bayi stres karena perubahan yang dirasakan bayi terjadi dengan cepat.

Sebaiknya lakukan metode kangguru secara terus-menerus pada bayi dengan kondisi stabil.

Lakukan dari pagi sampai malam dan hanya terputus pada saat popok bayi harus diganti, terutama jika tidak ada cara lain untuk mengontrol suhu bayi.

Ketika ibu harus meninggalkan bayinya, bayi dapat diselimuti dengan selimut hangat, atau ayah juga dapat melakukan metode ini.

Perlu diketahui, metode yang satu ini dilakukan sampai bayi mencapai usia kandungan sekitar 40 minggu atau berat bayi sudah mencapai 2500 gram.

Apakah metode kangguru bisa tingkatkan ikatan batin?

Walaupun belum diketahui secara pasti apa penyebab bayi lahir secara prematur, ada berbagai kondisi yang menyebabkan kondisi tersebut juga rendahnya berat badan bayi.

Tidak hanya mendapatkan perawatan khusus dari dokter, Anda juga bisa melakukan metode kangguru untuk menambah ikatan batin orangtua dengan bayi.

Kontak kulit antara ibu anak akan memicu pelepasan hormon oksitosin dalam darah ibu sehingga menimbulkan sensasi tenang dan mengantuk. Secara psikologis, ini akan membuat ibu lebih siap lahir batin untuk mengurus bayinya.

Metode kangguru ini juga membuat ibu merasa lebih kompeten dan lebih responsif terhadap bayinya sehingga meningkatkan pemberian ASI pada bayi dibandingkan pada ibu yang tidak melakukannya.

Kulit ibu memiliki suhu yang sama dengan rahim sehingga bayi akan merasa hangat dan tenang saat berada di dada ibu.

Dengan begitu, metode ini turut membantu menjaga suhu tubuh bayi sehingga bayi tidak merasa kedinginan. Dengan cara ini juga bayi dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan luar lebih mudah.

Terlebih, bayi dapat merasakan detak jantung ibu dan merasakan napas ibu ketika didekap lewat metode kangguru. Sensasi ini mirip seperti saat ia masih berada di dalam kandungan. Hal ini tentu membuat bayi merasa lebih tenang.

Selain itu, cara ini juga bisa membuat bayi memiliki detak jantung dan napas yang lebih normal. Kenyamanan dan ketenangan yang didapatkan oleh bayi ini membuat bayi lebih jarang menangis setelah tangisan pertama saat lahir.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Obat antidepresan adalah obat yang dapat meringankan gejala depresi pada ibu hamil. Tetapi, apakah minum antidepresan saat hamil itu aman?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Apa benar wanita harus pakai korset perut setelah melahirkan? Apakah ada dampak dan bahaya tertentu? Mari simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
masalah ibu menyusui

10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
penyebab bayi lahir prematur

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit