Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak wanita tidak sadar jika sedang hamil, terutama di minggu-minggu pertama. Tiba-tiba setelah periksa ke dokter, kehamilan sudah berusia 2 bulan, 3 bulan, atau bahkan 4 bulan. Rasanya terkejut campur senang setelah mengetahui hal itu. Sebenarnya kapan kehamilan bisa terdeteksi dengan test pack? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui pula kapan sebaiknya melakukan tes kehamilan.

Kapan kehamilan bisa terdeteksi dengan test pack?

Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Perlu diketahui bahwa tanda atau gejala dari kehamilan pada setiap orang bisa saja berbeda.

Namun, hal pertama yang bisa Anda sadari adalah saat menstruasi tidak kunjung datang.

Daripada hanya menduga-duga, tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan tes kehamilan.

Mengutip dari Stanford Children’s Health, untuk menjawab kapan kehamilan bisa terdeteksi serta dipastikan adalah dengan tes kehamilan.

Alat tes kehamilan seperti test pack dapat mendeteksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) untuk menunjukkan apakah Anda hamil atau tidak.

Jadi, kapan sebaiknya Anda melakukan tes kehamilan dengan test pack?

Dikutip dari American Pregnancy bahwa kebanyakan dokter menganjurkan agar menggunakan test pack paling tidak satu minggu dari hari terlambat menstruasi.

Pasalnya, bila Anda hamil, tubuh membutuhkan waktu untuk meningkatkan kadar hCG.

Proses di dalam tubuh ini umumnya memakan waktu selama 7 hingga 12 hari setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sperma.

Maka dari itu, tidak disarankan untuk Anda melakukan tes kehamilan langsung setelah berhubungan seksual dengan pasangan.

Waktu yang tepat untuk menggunakan test pack

Banyak yang menganjurkan tes kehamilan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Ini juga menjawab pertanyaan kapan kehamilan bisa terdeteksi.

Alasannya adalah bahwa urine di pagi hari mengandung konsentrasi hormon hCG yang tinggi.

Hal ini benar karena pada dasarnya selama tidur, hormon hCG akan meningkat dan berkumpul di dalam kandung kemih.

Akan tetapi Anda masih memiliki kesempatan untuk melakukannya di lain waktu, misalnya siang, sore, atau malam.

Pasalnya, kadar hormon hCG dalam tubuh akan selalu tinggi selama kehamilan.

Ini memungkinkan Anda untuk melakukan waktu tes kehamilan dengan test pack kapan saja.

Pilihlah test pack yang paling sensitif

Tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Anda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter).

Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml.

Semakin rendah angkany semakin sensitif alat tes kehamilan, sehingga semakin cepat Anda mengetahui kapan kehamilan bisa terdeteksi.

Faktor yang memengaruhi kapan kehamilan bisa terdeteksi

Kini, bisa dikatakan tidak sulit untuk mengetahui berapa lama kehamilan bisa diketahui setelah berhubungan seksual.

Namun, ada kalanya pula alat tes kehamilan seperti test pack menunjukkan hasil yang salah.

Maka dari itu, Anda pun harus lebih jeli saat melakukan tes terutama untuk Anda yang menjalani persiapan kehamilan.

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi tes kehamilan mulai positif ketika menggunakan test pack:

1. Sel telur menempel pada dinding rahim

Ketika sel telur telah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon hCG akan dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah.

Anda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif pada saat ini.

Namun, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif.

Hal ini membutuhkan waktu sekitar seminggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon hCG.

2. Berapa banyak Anda minum

Kadar hormon hCG dalam urine tergantung dari seberapa banyak Anda minum.

Jika terlalu banyak minum, ada kemungkinan kadar hormon hCG sedikit karena urine terlalu encer sehingga hasil tes nya negatif.

Urine yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

3. Kadar hormon hCG dalam darah

Kadar hormon hCG dalam darah mungkin memiliki tingkat yang bervariasi antar individu sehingga memengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan.

Hasil tes positif mungkin memerlukan waktu lebih lama jika Anda memiliki kadar hormon hCG yang rendah dalam darah.

4. Melakukan tes di waktu yang tepat

Sudah di jelaskan di atas bahwa test pack akan menunjukkan hasil positif bila hormon hCG dalam urin wanita mencapai tingkat tertentu.

Masalahnya, tidak semua wanita yang sudah hamil akan memiliki tingkat hCG yang sama.

Oleh karena itu, Anda harus menunggu sampai waktu yang tepat agar kadar hCG dalam sudah bisa terbaca oleh test pack.

Paling tidak, untuk mengetahui kapan kehamilan bisa terdeteksi adalah satu minggu setelah terlambat menstruasi.

5. Sensitivitas tes urine

Alat tes kehamilan yang menggunakan urine memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda.

Ini untuk menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon hCG dalam urine.

Sebaiknya Anda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes kapan kehamilan bisa terdeteksi.

6. Menunggu hasil tes sesuai anjuran

Terlalu cepat membaca tes bisa menunjukkan hasil yang salah, begitu juga jika Anda terlalu lama membaca hasil tes.

Padahal, di dalam petunjuk penggunaan biasanya tercantum harus menunggu berapa lama sampai hasilnya benar-benar keluar.

Biasanya hasil tes akan muncul dua hingga lima menit. Setelah itu, tes tetap akan bekerja dan mungkin dapat mengubah hasil yang benar.

Maka dari itu, tunggu hasil tes sesuai dengan petunjuk, baru Anda simpulkan hasilnya.

7. Melakukan tes kehamilan kembali

Anda mungkin perlu melakukan tes berkali-kali untuk memastikan kapan hasil tes kehamilan bisa terdeteksi dengan benar.

Apalagi, ketika Anda tidak kunjung mengalami menstruasi.

Banyak wanita yang mendapatkan hasil negatif pada tes pertama, kemudian mendapatkan hasil positif pada tes kedua dan ketiga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit