Dampak Psikologis Anak yang Dibesarkan Tanpa Ibu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai sosok yang melahirkan, seorang ibu tentu memiliki peran yang sangat penting untuk anak-anaknya. Bahkan, ikatan di antara anak dan ibu sudah terbangun sejak masih dalam kandungan. Asuhan dari ibu juga akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan emosional anak. Namun, bagaimana jadinya jika anak dibesarkan tanpa seorang ibu?

Dampak psikologis anak yang tumbuh tanpa ibu

anak tanpa ibu
Sumber: Dayton Children’s Hospital

Ketidakhadiran seorang ibu di kehidupan anak akan memberi dampak yang berbeda-beda bergantung pada beberapa faktor.

Salah satu faktor terbesar adalah peristiwa yang menyebabkan seorang anak kehilangan ibunya. Ada yang ditinggalkan karena kematian, ada yang pergi akibat perceraian, ada juga yang ditelantarkan meski masih tinggal dalam satu rumah atau berdekatan.

Selain itu, faktor lainnya seperti usia anak saat ditinggal ibu juga berpengaruh pada cara anak bereaksi terhadap rasa kehilangan.

Meski demikian, hidup tanpa ibu tentu akan memberikan dampak yang besar pada keadaan emosional anak. Pada awalnya, mereka cenderung berkutat pada pikiran sendiri dan mempertanyakan alasan kepergian sang ibu.

Anak mungkin akan merasa kesepian, terlebih ketika mengingat bahwa mereka tidak mendapatkan perawatan dan kasih sayang yang dibutuhkan dari seorang ibu. Ketika tak mendapatkan jawabannya, tumbuhlah perasaan marah dan frustasi pada diri anak.

Hal tersebut membuat anak sering mengalami perubahan emosi yang mendadak. Perubahan inilah yang membuatnya akan sulit berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Anak yang tumbuh tidak dengan ibu memiliki tingkat kepercayaan yang rendah

membangun kepercayaan diri

Anak yang tumbuh besar tanpa kasih sayang ibu juga cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang ditelantarkan oleh sosok ibu. Terbiasa diabaikan membuat anak kerap merasa tidak berharga.

Akibatnya, anak selalu merasa ragu dan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri. Ketika mereka berhasil melakukan suatu pencapaian, alih-alih merasa senang mereka malah menganggap bahwa pencapaian tersebut bukanlah usaha dari diri sendiri, melainkan hanya sebuah keberuntungan.

Saat tumbuh dewasa nanti, anak mungkin akan mengalami kesulitan saat membangun hubungan dengan orang lain. Saat ibu sebagai orang terdekatnya bahkan tidak memberikan kasih sayang yang diinginkan, anak jadi tak mau berekspektasi untuk mendapatkannya dari orang lain.

Walaupun dampak di atas umumnya tidak dialami oleh anak-anak yang hidup tanpa ibu karena kematian, kehilangan sosok terdekat untuk selama-lamanya juga tentu akan meninggalkan luka batin pada anak.

Ketika anak terlalu lama berduka dan tidak menemukan jalan keluar untuk menghentikan kesedihan, anak jadi lebih rentan terhadap gejala depresi. Ia akan cenderung menarik diri dari lingkungannya serta mengalami penurunan dalam kinerja akademis daripada sebelumnya.

Membesarkan anak tanpa kehadiran ibu

Membesarkan anak tanpa seorang ibu mungkin bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika Anda adalah seorang ayah yang baru saja kehilangan istri. Namun, jangan terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu Anda:

  • Beri anak perhatian Anda seutuhnya. Terutama jika anak Anda hanya satu-satunya, anak yang hidup tanpa ibu tentu sering merasa kesepian. Sisakan waktu untuk bermain bersama anak.
  • Jika jadwal pekerjaan tidak memungkinkan, carilah tempat penitipan anak yang tepat dan berlisensi atau pengasuh untuk menjaganya setiap Anda bekerja.
  • Ikut sertakan anak pada kegiatan yang dia senangi seperti olahraga atau ikut kelas melukis, bisa juga mengajak anak mencoba kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  • Mengadopsi hewan peliharaan. Cara ini dipercaya dapat mengurangi stres dan rasa sedih.
  • Ajari anak disiplin dengan menerapkan aturan kecil seperti meletakkan sepatu di tempatnya setiap habis bepergian dan membereskan ruangan setelah bermain.
  • Berikan makanan sehat dan bernutrisi. Hal ini penting untuk menjaga Anda dan anak-anak agar tetap sehat.

Terkadang, jujur kepada anak jika Anda sedang mengalami masa sulit bukanlah hal yang buruk. Tetap yakinkan kepada anak-anak bahwa hal ini akan segera berlalu dan semuanya akan baik-baik saja walau tanpa kehadiran ibu. Jika anak mulai menunjukkan gejala dan perubahan perilaku yang drastis, segera pergi berkonsultasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan menjadi psikolog

Apa Saja Risiko Kesehatan yang Dihadapi Seorang Psikolog?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
pernikahan usia remaja

Memahami Dampak Psikologis dari Pernikahan Usia Remaja

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit