Secara Psikologis, Anak Tengah Ternyata Mengantongi 4 Kelebihan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak sulung biasanya dijadikan pedoman bahkan tumpuan harapan bagi keluarga, sementara anak terakhir adalah anak yang paling dimanja serta disayang. Lantas, bagaimana dengan anak tengah? Jika Anda anak tengah, mungkin Anda sering kali merasa ada yang berbeda pada diri Anda dan paling sering dibanding-bandingkan dengan si kakak atau suka disalahkan jika sedang berebut mainan dengan si adik dulu ketika masih kecil. Meski begitu, sebenarnya sebagai anak tengah Anda memiliki banyak keuntungan. Apa saja keuntungan dan kelebihan menjadi anak tengah secara psikologis?

Keuntungan menjadi anak tengah dalam keluarga

Meskipun terkadang si anak tengah merasa tidak terlalu diperhatikan karena semua perhatian tertuju pada si adik dan harapan keluarga bertumpu pada si kakak, nyatanya ada beberapa keunggulan psikologis yang dimiliki anak tengah ketimbang anak sulung dan bungsu.

Ya, menurut Catherine Salmon, Ph.D., seorang profesor psikologi dari University of Rendlands, justru keadaan keluarga yang seperti itu yang akan membentuk kelebihan dan keahlian si anak tengah. Maka dari itu, anak tengah punya kemampuan lebih yaitu:

1. Lebih berani mengambil risiko

Sebuah studi yang meneliti perilaku anak urutan tengah mengungkapkan bahwa sebanyak lebih dari 85 persen anak urutan tengah yang menjadi pesertanya lebih cenderung mengambil risiko dan tantangan yang ada di depannya, ketimbang kakak ataupun adiknya.

Para ahli menyatakan bahwa hal ini karena anak tengah cenderung lebih terbuka, sehingga mudah menyerap pengetahuan serta wawasan yang baru. Kemampuan tersebut pun membuat mereka lebih mampu mengukur risiko. Ini juga yang membuat mereka lebih mudah dalam mendekati maupun menyelesaikan suatu masalah.

2.  Punya kemampuan negosiasi yang baik

Keterampilan negosiasi didapatkan para anak tengah ketika mereka berusaha mendapatkan apa yang mereka mau dari saudara-saudaranya yang lain tanpa menimbulkan keributan yang bisa membuat orangtua mereka marah.

Dari kondisi yang dialami ketika kecil, akan membentuk kepribadian si anak urutan tengah dan akhirnya mereka mengerti bagaimana bernegosiasi yang baik dengan seseorang – meskipun ketika itu ia melakukannya pada kakak atau adiknya.

3. Mampu mengelola ego dan emosi lebih baik

Ketika menjadi anak urutan tengah, Anda dituntut untuk bisa mengalah pada si adik sekaligus berbagi dengan si kakak. Hal ini membentuk kepribadian anak yang lahir di urutan tengah untuk menjadi sosok orang yang lebih mampu mengendalikan ego maupun emosinya.

Karena itu, sang profesor menyatakan bahwa anak urutan tengah berpotensi untuk menjadi pemimpin yang baik, pebisnis yang sukses, hingga pasangan yang romantis. Ya, si anak tengah dianggap lebih mampu memenuhi serta menyeimbangkan kebutuhan orang lain ketimbang dengan kebutuhannya sendiri.

4. Lebih periang dan bisa menjadi pasangan yang ideal

Hal ini disebutkan dalam buku berjudul The Secret Power of Middle Children oleh Catherine Salmon, yang membuktikan bahwa anak yang lahir pada urutan tengah cenderung lebih bahagia dan dapat menjalin hubungan asmara yang romantis serta bertahan lama. Disebutkan bahwa rasa empati serta kemampuannya dalam bernegosiasi membuat mereka bisa mendapatkan hubungan asmara yang ideal.

Namun, tentu saja setiap kepribadian anak akan dipengaruhi oleh didikan dan lingkungan keluarganya. Lantas, apakah Anda merasa memiliki salah satu kelebihan tersebut?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Yuk, jaga kesehatan dengan mengikuti 9 perilaku hidup bersih dan sehat berdasarkan penelitian-penelitian terkini dalam menghadapi pandemi!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Saat mendengar kata inflamasi, yang terbayang pasti penyakit. Padahal, proses inflamasi justru diperlukan tubuh untuk melawan penyakit. Begini mekanismenya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Praktis dan hemat waktu adalah dua hal yang menjadi alasan menggunakan microvawe untuk memanaskan makanan. Tapi apakah aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit